Mulailah dengan memilih momen yang realistis dalam hari Anda, misalnya di antara tugas atau saat menunggu. Tujuannya adalah memberi jeda kecil tanpa perlu perubahan besar pada rutinitas.

Temukan posisi yang nyaman, duduk atau berdiri sebentar menurut kebutuhan. Biarkan tubuh rileks tanpa memaksakan, dan arahkan perhatian pada apa yang ada di sekitar—suara ringan, cahaya, atau tekstur di tangan Anda.

Gunakan penanda waktu singkat seperti timer 1–5 menit agar tidak terganggu. Mengetahui batas waktu membantu menjalani jeda dengan lebih lepas tanpa khawatir soal waktu.

Masukkan aktivitas sederhana jika ingin, misalnya meneguk air hangat, menatap keluar jendela, atau merapikan meja kecil. Aktivitas ringkas ini memberi rasa ritme dan transisi yang halus.

Kunci dari pausa singkat adalah konsistensi: beberapa menit sehari bisa menjadi sinyal bagi pikiran untuk beralih ke mode lebih tenang. Jangan berharap perubahan besar, fokuslah pada sensasi ringan dan kehadiran singkat.

Akhiri dengan perlahan kembali ke aktivitas sebelumnya—buka mata penuh, regangkan badan sebentar, atau susun prioritas kecil sebelum melanjutkan. Cara ini membantu mempertahankan nuansa tenang yang baru saja tercipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *